RADAR ASTACITA – BLORA, Kabar mengejutkan datang dari sektor kesehatan masyarakat. Kabupaten Blora secara resmi menduduki peringkat ke-6 dalam daftar Top 10 Kabupaten/Kota dengan Kasus AIDS Terbanyak di Jawa Tengah sepanjang tahun 2025. Posisi ini menempatkan Blora dalam kondisi “darurat kewaspadaan” mengingat angka kasus baru yang melampaui berbagai wilayah tetangga.
Berdasarkan data kumulatif kasus baru AIDS tahun 2025, Kabupaten Blora mencatatkan angka 237 kasus baru. Posisi Blora berada tepat di bawah Kabupaten Cilacap (254 kasus) dan melampaui Kabupaten Grobogan (232 kasus) serta Kabupaten Sragen (214 kasus).
Alarm Keras bagi Pemerintah Daerah
Masuknya Blora di jajaran elit daerah dengan prevalensi AIDS tertinggi ini menjadi rapor merah yang harus segera disikapi. Di saat Kota Semarang dan Kota Surakarta berada di posisi puncak sebagai representasi wilayah urban, kehadiran Blora di posisi ke-6 menunjukkan bahwa penyebaran virus ini telah menyasar wilayah yang selama ini dianggap lebih stabil.
“Angka 237 kasus baru dalam satu tahun bukan sekadar statistik. Ini adalah peringatan keras bahwa strategi pencegahan, deteksi dini, dan edukasi di Blora perlu dievaluasi total,” ujar pengamat kebijakan kesehatan setempat.
Perbandingan Data Jawa Tengah 2025
Berikut adalah peta sebaran 10 besar wilayah dengan kasus AIDS baru di Jawa Tengah:
| Peringkat | Kabupaten/Kota | Jumlah Kasus Baru AIDS |
| 1 | Kota Semarang | 620 |
| 2 | Kota Surakarta | 412 |
| 3 | Kabupaten Banyumas | 361 |
| 4 | Kabupaten Pati | 334 |
| 5 | Kabupaten Cilacap | 254 |
| 6 | Kabupaten Blora | 237 |
| 7 | Kabupaten Grobogan | 232 |
| 8 | Kabupaten Sragen | 214 |
| 9 | Kabupaten Batang | 207 |
| 10 | Kabupaten Pemalang | 185 |
Fenomena Gunung Es?
Peringkat ke-6 ini dikhawatirkan hanyalah fenomena gunung es. Dengan angka 237 kasus yang terdeteksi, muncul pertanyaan besar mengenai berapa banyak kasus yang belum terlaporkan akibat stigma sosial yang masih tinggi di masyarakat Blora.
Publik kini menunggu langkah konkret dari Pemerintah Kabupaten Blora dan Dinas Kesehatan untuk menekan angka pertumbuhan ini pada tahun 2026. Tanpa intervensi radikal, Blora berisiko terus merangkak naik dalam daftar kelam kesehatan di Jawa Tengah.


