Radarastacita–Kajen 16/7/2026, Ironi sebuah fakta sangat mengejutkan telah muncul dalam hasil akhir proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SD Negeri Tahun Ajaran 2026/2027 di Kabupaten Pekalongan. Dua sekolah dasar negeri tidak mendapatkan satu pun murid baru sampai waktu penutupan proses pendaftaran peserta didik baru.
Kedua sekolah tersebut , yakni SD Negeri 04 Sidomulyo dan SD Negeri 01 Yosorejo. Masing-masing sebenarnya sudah menyediakan kuota 28 siswa, tetapi sampai PPDB berakhir tidak ada satupun peserta didik yang diterima.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan, Kholid, menegaskan bahwa kondisi tersebut bukan karena sekolah ditinggalkan masyarakat, melainkan karena keduanya sedang menjalani proses merger (penggabungan sekolah).
“Data nol murid itu masih tercatat dalam sistem karena sekolah tersebut sedang merger. Jadi bukan berarti tidak diminati masyarakat,” tegas Kholid,
Selain dua sekolah tersebut, sejumlah SD Negeri lainnya juga mengalami krisis peserta didik baru. Beberapa sekolah hanya menerima satu hingga empat siswa pada tahun ajaran baru ini.
Kholid menjelaskan, minimnya jumlah murid dipengaruhi oleh berkurangnya jumlah anak usia sekolah di sejumlah wilayah, serta perubahan pilihan masyarakat yang kini lebih banyak memilih sekolah swasta berkonsep full day school maupun pondok pesantren, imbuhnya.
Meski demikian, Dinas Pendidikan memastikan tidak akan serta-merta menutup sekolah yang kekurangan murid. Setiap kebijakan merger maupun regrouping akan dikaji secara matang agar tidak menghambat akses pendidikan masyarakat, khususnya di wilayah yang memiliki jarak antarsekolah cukup jauh.
“Pendidikan adalah layanan dasar. Jangan sampai karena sekolah ditutup, justru ada anak yang kesulitan mengakses pendidikan,” Pungkasnya.
(Topan)


