RADAR ASTACITA – BLORA, Peringatan Hari Batik Nasional tahun 2026 menjadi momentum penting untuk merefleksikan kembali pentingnya menjaga identitas bangsa. Di tengah berbagai upaya pelestarian lingkungan hidup, pelestarian budaya Nusantara khususnya batik dinilai memiliki peran yang sama krusialnya bagi keberlanjutan masa depan bangsa.
Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blora, Retno Sulistyaning Asih, S.T., M.T., menegaskan bahwa selain isu lingkungan, kebudayaan merupakan pilar penting yang wajib dijaga dan dilestarikan oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Selain lingkungan, ada hal lain yang tak kalah penting untuk kita jaga dan lestarikan, yaitu budaya. Salah satunya batik, warisan budaya takbenda Indonesia yang telah diakui UNESCO sejak 2 Oktober 2009. Di balik setiap motifnya, tersimpan cerita, filosofi, dan kearifan lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi,” ujar Retno.
Ia menambahkan, esensi dari pelestarian tidak hanya berfokus pada penjagaan kelestarian alam fisik semata, melainkan juga merawat nilai-nilai budaya agar tetap hidup, relevan, dan dikenal luas oleh generasi-generasi mendatang.
Melalui momentum Hari Batik Nasional 2026 ini, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Blora mengajak masyarakat, khususnya generasi muda di Kabupaten Blora, untuk menumbuhkan rasa bangga dalam mengenakan batik serta aktif berpartisipasi dalam pelestariannya.
“Yuk, bangga memakai batik dan ikut melestarikannya. Karena menjaga warisan bukan hanya tugas masa lalu, tetapi tanggung jawab kita hari ini,” pungkasnya.
Dengan semangat kebersamaan, diharapkan kecintaan terhadap batik dapat berjalan selaras dengan kesadaran menjaga lingkungan, demi mewujudkan masyarakat Blora yang berbudaya dan peduli bumi.

Scroll Untuk Lanjut Membaca