RADAR ASTACITA – BLORA, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blora terus mematangkan kesiapan sekolah-sekolah di wilayahnya untuk meraih predikat bergengsi di tingkat pusat. Selama lima hari, DLH menggelar pendampingan intensif bagi 26 Calon Sekolah Adiwiyata Nasional (CSAN) 2026 yang dipusatkan di Aula DLH Kabupaten Blora.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kepala DLH Kabupaten Blora, Istadi Rusmanto, ST, MM., melalui Kepala Bidang Peningkatan Kapasitas dan Penanganan Pengaduan Lingkungan Hidup (PKPPLH), Muhamad Muniri, SH., menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendorong budaya peduli lingkungan di sektor pendidikan.

Menurut Muniri, pendampingan ini sangat krusial mengingat adanya pembaruan regulasi dan transisi ke sistem pelaporan digital.

“Materi utama yang kami sampaikan berkaitan erat dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 5 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Sekolah Adiwiyata. Saat ini fokus kami adalah pengecekan syarat-syarat administratif karena petunjuk teknis (juknis) yang digunakan masih baru, sehingga perlu sinkronisasi sebelum masuk ke pengisian aplikasi SIDIA,” ujar Muniri.

Jadwal Asistensi Bertahap

Pendampingan dilakukan secara bertahap guna memastikan setiap sekolah mendapatkan arahan yang mendetail. Berikut adalah jadwal pelaksanaannya:

  • Senin (13 April 2026): SMPN 1 Blora, SMPN 2 Blora, SMPN 4 Blora, SMPN 6 Blora, SMPN 7 Blora, dan SMPN 1 Jepon.

  • Selasa (14 April 2026): SDIT Permata Mulia Tunjungan, SDN Kauman Blora, SDN 1 Todanan, SDN 3 Ketileng, dan SDN 2 Todanan.

  • Rabu (15 April 2026): SDN 1 Ketringan Jiken, SDN 2 Jiken, SDN 1 Japah, dan SDN 4 Ngawen.

  • Kamis (16 April 2026): SDN 1 Ngelo Cepu, SDN 2 Bajo Kedungtuban, SDN 6 Kutukan Randublatung, SDN 1 Gabusan Jati, dan SMPN 1 Kunduran.

  • Senin (20 April 2026): SMPN 1 Cepu, SMPN 2 Cepu, SMPN 2 Kedungtuban, dan MTs Darul Muna Kunduran.

Bukan Sekadar Penghargaan

Dalam arahannya, Muniri menekankan bahwa Adiwiyata bukan sekadar ajang perlombaan atau mengejar trofi semata. Tujuan utama dari program ini adalah membentuk karakter siswa yang berwawasan lingkungan secara berkelanjutan.

Melalui integrasi aplikasi SIDIA, sekolah diharapkan mampu mendokumentasikan setiap inovasi pengelolaan lingkungan secara sistematis, mulai dari:

  1. Pengelolaan sampah yang efektif.

  2. Program penghematan energi.

  3. Gerakan penghijauan di lingkungan sekolah.

Dengan persiapan yang matang dan pendampingan yang terstruktur, DLH Blora optimis sekolah-sekolah tersebut mampu memenuhi kriteria ketat dan lolos verifikasi sebagai Sekolah Adiwiyata Nasional 2026.