RADAR ASTACITA – JAKARTA, Malam puncak pemilihan Puteri Indonesia 2026 yang berlangsung megah di Jakarta International Convention Center (JICC) resmi mencapai puncaknya pada Sabtu (25/4) dini hari. Perwakilan dari Provinsi Banten, Agnes Aditya Rahajeng, terpilih menjadi pemenang dan berhak menyandang mahkota Borobudur Merah setelah menyisihkan puluhan finalis berbakat lainnya dari seluruh penjuru nusantara.
Kemenangan Agnes disambut haru dan antusiasme tinggi, terutama karena latar belakangnya yang merepresentasikan akulturasi budaya yang kaya. Meski mewakili Banten, Agnes memiliki ikatan emosional dan garis keturunan yang kuat dengan Blora, Jawa Tengah.
Profil Sang Pemenang: Dari California hingga Banten
Agnes Aditya Rahajeng lahir di California, Amerika Serikat, pada 13 Januari 2000. Ia merupakan putri dari pasangan Christoporus Harno (berasal dari Kelurahan Bangkle, Blora) dan Maria Ekawati (berasal dari Kelurahan Tempelan, Blora).
Perjalanan hidup Agnes mencerminkan mobilitas yang dinamis:
-
Awal Kehidupan: Menghabiskan masa kecil di California, Amerika Serikat.
-
Masa Pertumbuhan: Pindah ke Indonesia dan tumbuh besar di Pulau Dewata, Bali.
-
Domisili Saat Ini: Selama 10 tahun terakhir, Agnes menetap di Banten, provinsi yang ia wakili dengan bangga di panggung Puteri Indonesia.
Malam Penobatan yang Bersejarah
Dalam sesi tanya jawab di babak tiga besar, Agnes berhasil memukau dewan juri dengan jawaban yang lugas mengenai peran generasi muda dalam melestarikan budaya lokal di tengah arus globalisasi. Kombinasi antara wawasan internasional dan kecintaannya pada nilai-nilai tradisional Indonesia menjadi nilai tambah yang mengantarkannya meraih gelar tertinggi.
“Kemenangan ini adalah dedikasi untuk seluruh masyarakat Banten yang telah mendukung saya, serta tanah leluhur saya di Blora yang selalu memberikan nilai-nilai kerendahan hati dalam diri saya,” ujar Agnes dalam pidato singkatnya setelah pemahkotaan.
Tugas Baru sebagai Duta Bangsa
Sebagai Puteri Indonesia 2026, Agnes akan mengemban tugas sebagai duta bangsa di kancah internasional dan mempromosikan pariwisata serta kekayaan budaya Indonesia. Ia juga diharapkan dapat menginspirasi perempuan Indonesia melalui berbagai aksi sosial dan advokasi yang akan dijalankannya selama satu tahun ke depan.


