Radar Astacita – Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) SAMIN SAMIAJI bukan sekadar perkenalan institusi; ia adalah sebuah deklarasi moral dan filosofis yang sangat dibutuhkan di tengah kerentanan sistem hukum kita. Opini ini melihat SAMIN SAMIAJI sebagai lebih dari sekadar lembaga bantuan hukum—mereka adalah penjaga api etika Nusantara yang berani memilih jalur sunyi kebenaran.
Pilar Etika sebagai Senjata Utama
Kekuatan utama SAMIN SAMIAJI terletak pada fondasi spiritual dan budaya mereka yang diambil dari filosofi Samin: Kejujuran, Keteguhan, dan Kesetaraan. Di era di mana “hukum” sering kali direduksi menjadi permainan uang dan kekuasaan, penekanan pada Kejujuran tanpa titipan, tanpa manipulasi adalah perlawanan fundamental.
Konsep Keteguhan bukan hanya berarti keberanian, melainkan juga integritas yang kebal terhadap godaan materi dan politik. Ketika banyak advokat lain dianggap sebagai pedagang perkara, SAMIN SAMIAJI memposisikan diri sebagai pembela martabat kemanusiaan. Hal ini menjadikan perjuangan mereka sebagai ibadah, bukan pekerjaan semata, sebuah dikotomi yang menegaskan kemurnian niat mereka.
Filosofi Kesetaraan yang termaktub dalam nama SAMIAJI (“Sama di Hadapan Yang Maha Kuasa”) adalah inti dari peran mereka sebagai public defender. Ini adalah penolakan tegas terhadap praktik diskriminatif di mana keadilan hanya tersedia bagi yang mampu membayar. Mereka hadir di sisi yang “sulit,” membela mereka yang suaranya sering tenggelam, mewujudkan adagium Latin: “Let justice be done though the heavens may fall.”
Suara Kritis untuk Kedaulatan Rakyat Kecil
SAMIN SAMIAJI berfungsi sebagai penyeimbang moral terhadap kekuasaan. Mereka menyiratkan bahwa hukum tanpa kemanusiaan hanyalah tulisan dingin, dan negara tanpa keadilan hanyalah bangunan kosong. Pernyataan ini adalah kritik tajam terhadap sistem hukum yang cenderung berpihak pada status quo.
Kehadiran mereka di ruang-ruang sidang yang gelap dan di balik pintu-pintu tempat hukum diselewengkan adalah pengabdian yang nyata. Mereka tidak mencari popularitas atau tunduk pada pesanan politik, melainkan menjadi tembok bagi yang dilemahkan dan suara bagi yang dibungkam. Dalam konteks sosial-politik Indonesia, LBH yang berani memegang teguh independensi ini adalah aset yang tak ternilai harganya.
Podo Joyonyo: Tujuan Mulia dalam Keadilan
Tujuan akhir mereka, “Podo Joyonyo — Semoga Semua Berbahagia,” adalah sebuah visi keadilan yang komprehensif. Kebahagiaan di sini tidak diartikan sebagai kemudahan hidup, tetapi sebagai hidup dengan martabat, hak yang dihormati, dan kesempatan yang sama.
SAMIN SAMIAJI telah berhasil mengembalikan substansi esensial dari bantuan hukum: bukan untuk memperkaya diri, melainkan untuk memperkaya keadilan. Mereka membuktikan bahwa di tengah hiruk-pikuk tuntutan zaman, jalan sunyi kebenaran masih dapat membawa terang bagi Nusantara. Ini adalah pengabdian yang harus didukung, agar cita-cita Podo Joyonyo tidak hanya menjadi doa, tetapi juga kenyataan.


