Radar Astacita – Blora, Situasi demonstrasi di depan pabrik PT Pentawira yang berlokasi di wilayah Desa Jiken, Blora, semakin memanas hari ini. Aksi protes yang dilakukan oleh sejumlah warga Desa Jiken ini mencapai puncaknya dengan ancaman serius untuk menutup operasional pabrik secara total jika tuntutan utama mereka tidak dipenuhi dalam jangka waktu tiga hari ke depan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Koordinator aksi, Galuh WP, menyatakan bahwa kesabaran warga sudah habis setelah beberapa kali mediasi tidak membuahkan hasil yang memuaskan. “Kami sudah mencoba jalur dialog, namun tidak ada itikad baik dari manajemen. Oleh karena itu, kami memberikan ultimatum,” tegas Galuh WP di hadapan massa.

Tuntutan Utama: Pertemuan dengan Pemilik Pabrik

Tuntutan utama yang disuarakan oleh warga adalah untuk dipertemukan langsung dengan pemilik (owner) PT Pentawira. Massa menolak berunding kembali dengan perwakilan manajemen tingkat bawah yang dianggap tidak memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan strategis terkait dampak operasional pabrik terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

“Kami ingin bertemu langsung dengan pemiliknya, bukan lagi dengan perwakilan yang tidak bisa memutuskan apa-apa. Jika dalam waktu tiga hari ke depan pemilik tidak bersedia menemui kami, kami pastikan pabrik ini akan kami tutup dengan massa yang lebih banyak lagi,” ancam Galuh WP.

 Peningkatan Jumlah Massa

Ancaman ini disertai dengan rencana mobilisasi massa yang lebih besar. Galuh WP mengisyaratkan bahwa jika ultimatum ini diabaikan, jumlah warga yang akan turun ke jalan dan terlibat dalam aksi penutupan akan ditingkatkan secara signifikan.

Hingga rilis berita ini diterbitkan, pihak kepolisian dan otoritas setempat masih berupaya memediasi kedua belah pihak dan menjaga ketertiban umum di sekitar lokasi demonstrasi untuk mencegah terjadinya eskalasi konflik. Pihak manajemen PT Pentawira sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait ultimatum yang disampaikan oleh warga Desa Jiken. (Red)