RADAR ASTACITA – PURWOREJO, Perguruan Seni Beladiri Pencak Silat Tri Susila (TSS) Indonesia berhasil menorehkan prestasi gemilang di penghujung tahun dengan meraih predikat Juara Umum 3 pada ajang Champions IPSI CUP 2 Piala Bupati Purworejo 2025. Kompetisi bergengsi ini berlangsung di Ganeca Convention Hall, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, pada 23–24 Desember 2025.
Dalam kejuaraan yang diikuti oleh berbagai perguruan silat dari Kabupaten Purworejo dan Kabupaten Kebumen tersebut, kontingen TSS Indonesia tampil mendominasi dengan total perolehan 67 medali, yang terdiri dari:
-
21 Medali Emas
-
21 Medali Perak
-
25 Medali Perunggu
Ketua Umum TSS Indonesia, Eko Satyawan, SP, yang akrab disapa Iwan, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh atlet dan tim pelatih. Ia menyebut kemenangan ini sebagai buah dari dedikasi dan kerja keras kolektif.
“Kami sangat bangga dan bersyukur atas pencapaian ini. Ini merupakan hasil kerja keras seluruh tim dan dukungan penuh semua pihak terhadap pengembangan prestasi atlet TSS Indonesia. Prestasi ini menjadi kado spesial bagi keluarga besar kami di penghujung tahun 2025,” ujar Iwan.
Kekompakan Menjadi Kunci
Iwan menjelaskan bahwa persiapan menghadapi kejuaraan ini cukup menantang, mengingat banyak atlet baru yang pertama kali merasakan atmosfer kompetisi. Namun, strategi utama yang ditekankan bukan sekadar teknik, melainkan kekuatan mental dan soliditas tim.
“Tantangan terbesar adalah menjaga kondisi fisik dan fokus mental. Beberapa atlet sempat merasa tertekan menghadapi lawan tangguh, tetapi berkat dukungan moral dari pelatih, tim, dan keluarga, Alhamdulillah semua rintangan bisa diatasi,” imbuhnya.
Komitmen Mencetak Atlet Berkarakter
Ke depan, TSS Indonesia berkomitmen tidak hanya mencetak jawara di gelanggang, tetapi juga membentuk generasi yang memegang teguh adab serta menghormati leluhur. Iwan berharap prestasi ini menjadi pemantik semangat untuk proses regenerasi atlet yang lebih berkualitas.
Menutup keterangannya, Iwan mengingatkan pesan mendalam yang menjadi napas perjuangan perguruan.
“Sesuai semboyan kami, Jaya Tumitis Setyoning Ati, kami berharap para atlet memegang prinsip Ojo Wedi Susah Lan Ojo Kakean Bungah (Jangan takut susah dan jangan berlebihan dalam kesenangan),” pungkasnya. (Octa)


