Radar Astacita – Bangsa ini sedang diuji! Bukan oleh bencana alam yang datang tak terduga—tetapi oleh bencana kekuasaan! Oleh tangan-tangan yang membuat rakyatnya bodoh, membuat rakyatnya lapar, dan membuat rakyatnya takut! Ini adalah penghinaan! Ini adalah pengkhianatan terhadap kemerdekaan!
Strategi Membodohi dan Melaparkan
Lihatlah sekeliling kita! Tidak ada yang kebetulan dalam kemunduran ini.
-
Ketika pendidikan dilemahkan—itu bukan kebetulan.
-
Ketika informasi dipelintir dan dirusak kebenarannya—itu bukan kesalahan.
-
Ketika suara rakyat dibungkam dan dikriminalisasi—itu bukan kecelakaan.
Itu STRATEGI! Strategi yang dirancang secara sistematis untuk menjadikan rakyat jinak, tunduk, dan bisa digiring seperti ternak! Kekuasaan membutuhkan rakyat yang tidak berpikir, agar mudah dikendalikan.
Dan ketika ekonomi dibiarkan menghimpit dada rakyat, ketika kebutuhan pokok mencekik leher kita, ketika lapangan kerja ditutup rapat bagi generasi muda—kita sering dibilang, “Negeri ini sedang krisis, negeri ini miskin.” TIDAK! NEGERI INI KAYA RAYA!
Yang miskin hanya satu: niat dan integritas pemimpinnya!
Rakyat dibuat lapar, bukan karena negeri ini tak mampu memberi makan. Rakyat dibuat lapar agar mudah diperas, mudah diadu domba, mudah diprovokasi, dan mudah dipecah-belah! Kelaparan adalah senjata paling ampuh tirani untuk menjinakkan perlawanan.
Aparat dan Hukum sebagai Cambuk Ketakutan
Dan ketika aparat dijadikan tameng untuk menyebarkan ketakutan, ketika hukum dijadikan cambuk untuk menghukum kritik, ketika kritik dianggap dosa dan ancaman—itu semua dilakukan dengan tujuan tunggal: agar rakyat berhenti bersuara!
Mereka ingin kita percaya bahwa diam adalah aman, bahwa tunduk adalah selamat, dan bahwa menelan penghinaan adalah kewajiban.
Tapi SAAT INI, detik INI, menit INI, suara kita harus menggema: Cukup sudah!
Cukup sudah rakyat dijadikan objek kekuasaan! Cukup sudah bangsa ini dijadikan pasir yang bisa diremas dan dibuang dalam genggaman segelintir elite yang mabuk kekuasaan!
Kebangkitan Kesadaran adalah Keruntuhan Tirani
Ingatlah sejarah! Tidak ada kekuasaan yang cukup kuat untuk menahan rakyat yang sudah melek!
-
Tidak ada tembok yang cukup tebal untuk menghentikan perlawanan rakyat yang sudah kenyang dengan kebenaran!
-
Tidak ada tirani yang cukup menakutkan bagi rakyat yang sudah tidak takut lagi!
Kita bukan bangsa yang harus diatur dengan ketakutan! Kita bukan makhluk yang harus dikendalikan dengan kelaparan! Kita bukan rakyat yang harus dibodohi agar mudah diperdaya!
KITA ADALAH PEMILIK SEJATI NEGERI INI!
Bangkitlah!
Bangkit dengan kecerdasan untuk melihat strategi mereka!
Bangkit dengan keberanian untuk melawan intimidasi!
Bangkit dengan persatuan untuk menyatukan kekuatan!
Dan nyatakan dengan suara yang tak bisa dibungkam oleh siapa pun: Bahwa bangsa ini milik kita—bukan milik mereka yang bersembunyi di balik meja kekuasaan!
Ketika rakyat bersatu dan kesadaran terbangun, ketakutan akan runtuh, kebenaran akan bersinar, dan tirani akan roboh bukan oleh kekerasan—tetapi oleh kekuatan kesadaran massal!
Inilah saatnya! Saat rakyat melek! Saat rakyat bangkit! Saat rakyat merebut kembali martabatnya yang telah dirampas!
Oleh: Chris Harno, Ketua YLBH Samin Sami Aji


