RADAR ASTACITA – BANYUASIN, Kapolres Banyuasin, AKBP Ruri Prastowo, S.H., S.I.K., M.I.K., bersama jajaran Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Banyuasin melakukan peninjauan langsung ke lokasi tanah longsor di bahu jalan ruas Jalan Lintas Timur (Jalintim) Km 17, tepatnya di sekitar Simpang Kantor Lurah Sukamoro, Kecamatan Talang Kelapa, pada Rabu (10/12).
Peninjauan ini dilakukan sebagai respons cepat terhadap kondisi bahu jalan yang mengalami pergerakan tanah, yang dikhawatirkan dapat meluas hingga ke badan jalan nasional mengingat jalur tersebut merupakan akses vital kendaraan setiap hari.
Turut hadir dalam pengecekan tersebut Kasat Lantas Polres Banyuasin AKP Suwandi serta perwakilan dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Selatan untuk melakukan asesmen teknis.
Fokus pada Keselamatan Pengguna Jalan
Dalam tinjauan tersebut, Kapolres melihat langsung kontur tanah, titik penurunan bahu jalan, serta potensi pergerakan tanah lanjutan akibat intensitas hujan yang meningkat belakangan ini.
“Kerusakan bahu jalan ini harus segera ditangani untuk mencegah longsor berkembang ke badan Jalintim. Kami mendorong percepatan penanganan karena ini menyangkut keselamatan masyarakat,” tegas AKBP Ruri Prastowo di lokasi kejadian.
Antisipasi Kemacetan dan Rekayasa Lalu Lintas
Senada dengan Kapolres, Kasat Lantas AKP Suwandi menekankan perlunya kewaspadaan terhadap potensi retakan dan pergeseran tanah. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk menyiagakan personel guna mengantisipasi dampak lalu lintas.
“Polres Banyuasin melalui Sat Lantas dan Dinas Perhubungan telah menyiagakan personel untuk mengantisipasi kemacetan apabila longsor melebar. Petugas akan melakukan pengaturan lalu lintas, pemasangan rambu peringatan, hingga rekayasa arus jika dibutuhkan,” ujar AKP Suwandi.
Langkah Penanganan BBPJN Sumsel
Menanggapi kondisi tersebut, pihak BBPJN Sumsel telah mengambil langkah preventif dengan memasang tanda peringatan dan traffic cone (cerucut) di sekitar titik longsor sebagai pengamanan awal. Perwakilan BBPJN Sumsel juga memaparkan rencana perbaikan permanen untuk memperkuat struktur jalan.
“Hari ini sudah dilakukan pemasangan cerucut sebagai penanda dan pengaman sementara. Untuk penanganan lebih kuat, kami siapkan konstruksi batu kali agar bahu jalan stabil dan tidak kembali amblas,” jelas perwakilan BBPJN Sumsel.
Hingga berita ini diturunkan, arus lalu lintas di Jalintim Km 17 terpantau masih dapat dilalui kendaraan. Meski demikian, para pengendara diimbau untuk tetap berhati-hati, mengurangi kecepatan, dan mematuhi rambu-rambu saat melintasi titik rawan tersebut demi keselamatan bersama. (Subandrio)


