Radar Astacita – CEO Surya Group, Muhammad Suryo, mengumumkan rencana strategis perusahaan untuk melakukan ekspansi besar-besaran pada tahun 2026. Langkah ini mencakup pembangunan tiga pabrik baru untuk mendukung produksi merek rokok miliknya, HS.
Dalam wawancaranya di Kota Semarang, Suryo menegaskan bahwa ekspansi ini bukan hanya soal peningkatan kapasitas produksi, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat. Ia memproyeksikan pembukaan pabrik-pabrik baru ini akan menciptakan ribuan lapangan pekerjaan.
“Rencananya kami akan membangun tiga pabrik baru pada 2026. Ekspansi ini diperkirakan akan membuka sekitar 10 ribu lapangan pekerjaan baru,” ujar Suryo.
Pertumbuhan Pesat Merek HS
Meskipun tergolong pemain baru di industri hasil tembakau, merek HS menunjukkan pertumbuhan yang agresif. Produk ini baru resmi dirilis ke pasaran pada Juli 2024, namun telah memiliki basis produksi yang kuat.
Saat ini, operasional produksi HS berpusat di pabrik yang berlokasi di Magelang, Jawa Tengah. Fasilitas tersebut memiliki kapasitas produksi yang sangat besar untuk memenuhi permintaan pasar.
“Kapasitas produksi pabrik di Magelang saat ini mencapai 10 juta batang per hari,” jelas Suryo.
Ia juga menambahkan bahwa fasilitas produksi yang dimiliki Surya Group menggabungkan teknologi modern dan metode tradisional untuk menjaga kualitas serta menyerap tenaga kerja lokal.
“Ini ada mesin dan ada kretek (Sigaret Kretek Tangan),” tambahnya.
Langkah ekspansi Surya Group ini dinilai akan menjadi angin segar bagi industri manufaktur dan ketenagakerjaan di wilayah operasionalnya, mengingat besarnya jumlah tenaga kerja yang akan diserap dalam proyeksi tahun 2026 mendatang.
Surya Group adalah perusahaan induk yang bergerak di berbagai sektor, termasuk industri hasil tembakau melalui merek rokok HS. Diluncurkan pada Juli 2024, HS berkomitmen menghadirkan produk berkualitas dengan memadukan teknologi mesin modern dan keaslian kretek tangan Indonesia.


