RADAR ASTACITA – JAKARTA, Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) dan Central of World Knowledge (CWK) resmi menjalin kemitraan strategis guna memperkuat fondasi pendidikan berbasis digital dan literasi ilmiah di kancah internasional. Prosesi penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) berlangsung khidmat pada pukul 11.00 WIB, menandai visi besar kedua institusi dalam merespons disrupsi pendidikan global.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kemitraan ini dikukuhkan melalui dokumen nomor 002/MoU/CWK-P/XII/2025, yang mengikat kedua belah pihak dalam kolaborasi strategis selama empat tahun ke depan. Fokus utama kerja sama ini adalah penguatan Tridharma Perguruan Tinggi yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Kehadiran Tokoh Strategis

Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan tinggi dari kedua institusi. Dari pihak UICI, hadir langsung Prof. Dr. Asep Saefuddin, M.Sc. (Rektor), didampingi oleh:

Kehadiran perwakilan MPT KAHMI menegaskan dukungan penuh ekosistem besar KAHMI terhadap langkah akselerasi yang diambil UICI. Sementara itu, delegasi CWK dipimpin langsung oleh President Director, Dr. Amaliyah, S.Ag., M.A., MOS., MCE., MCF., bersama H. Laca Muhammad, SS (Director of Cooperation and Business), serta tim manajemen strategis.

Pilar Utama Kerjasama

Kolaborasi ini tidak hanya bersifat seremonial, namun mencakup langkah-langkah konkret dalam pengembangan intelektual, di antaranya:

  1. Akselerasi Publikasi Ilmiah: Journal of World Knowledge milik CWK akan menjadi kanal strategis bagi dosen dan mahasiswa UICI untuk mempublikasikan karya ilmiah mereka.

  2. Global Knowledge Sharing: Penyelenggaraan webinar dan kuliah umum internasional yang menghadirkan pakar kelas dunia dari jejaring global CWK untuk berbagi ilmu dengan akademisi UICI secara digital.

  3. Pengembangan SDM: Komitmen bersama untuk meningkatkan standar literasi dan kualitas sumber daya manusia Indonesia agar mampu bersaing di tingkat dunia.

Visi Masa Depan

Rektor UICI, Prof. Dr. Asep Saefuddin, menyambut hangat sinergi ini sebagai upaya nyata meruntuhkan batasan geografis dalam penyebaran ilmu pengetahuan. Senada dengan hal tersebut, Dr. Amaliyah menyatakan bahwa CWK siap mengawal implementasi program-program unggulan ini ke ranah nasional maupun global.

“Penandatanganan ini adalah janji untuk saling memperkuat. Kami tidak ingin hanya menjadi penonton dalam arus disrupsi pendidikan, melainkan menjadi pelaku aktif yang membentuk standar baru literasi di tingkat dunia,” ujar Dr. Amaliyah dalam sambutannya.

Acara ditutup dengan sesi dokumentasi dan komitmen untuk segera menyusun langkah teknis agar manfaat dari kesepakatan ini dapat segera dirasakan oleh civitas akademika dan masyarakat luas.