Radar Astacita – Hari ini, kita berdiri di hadapan sebuah kenyataan pahit: kekuatan politik yang korup telah menggunakan strategi paling kejam dalam sejarah kekuasaan—membiarkan rakyatnya bodoh, menjaga rakyatnya lapar, dan menakut-nakuti rakyatnya agar tunduk. Ini bukan sekadar kelalaian; ini adalah rekayasa. Ini bukan sekadar salah urus; ini adalah taktik penjinakan bangsa.
Kebodohan yang Direkayasa: Agnotology dalam Praktik
Dalam ilmu Agnotology, kita belajar bahwa ketidaktahuan dapat diproduksi secara sistematis. Dan itulah yang terjadi:
-
Pendidikan yang Melemah: Kurikulum yang mengutamakan kepatuhan daripada kritik.
-
Informasi yang Dipelintir: Narasi tunggal yang didominasi oleh propaganda, sementara suara-suara jujur dibungkam atau diserang.
-
Masyarakat sengaja dibuat tidak kritis agar lupa bertanya dan berhenti mempertahankan haknya.
Ini adalah kebodohan struktural, yang diciptakan oleh sistem, bukan kebodohan alami rakyat. Rakyat yang tidak kritis adalah lahan subur bagi kekuasaan yang tak ingin diganggu gugat.
Kelaparan yang Dipelihara: Senjata Diam Ekonomi Politik
Dalam ekonomi politik, kondisi lapar dan rentan adalah senjata diam yang sangat efektif.
-
Ketika harga kebutuhan pokok dibiarkan liar, inflasi mencekik, dan lapangan kerja dipersempit, itu bukanlah kebetulan.
-
Ketika ketergantungan pada bantuan sosial diperkuat tanpa menciptakan kemandirian, itu adalah struktur penindasan.
Rakyat yang lapar dan miskin akan sibuk bertahan hidup, berjuang untuk hari ini, dan tidak memiliki waktu atau energi untuk bertahan pada kebenaran. Mereka menjadi mudah dikendalikan, sebab loyalitas mereka dapat dibeli dengan sembako atau janji-janji kesejahteraan sesaat.
Ketakutan yang Ditanamkan: Borgol Tak Terlihat Kontrol Otoritarian
Dalam teori kontrol otoritarian, ketakutan adalah borgol tak terlihat.
-
Ketika kritik dipersekusi, ketika aparat dipakai sebagai alat intimidasi, dan ketika hukum dijadikan cambuk, itu bukanlah ketidaksengajaan; itu adalah desain.
-
Ketakutan dibuat menjadi budaya, sehingga rakyat terlatih untuk diam, bukan karena mereka tidak tahu, tetapi karena mereka digiring untuk percaya bahwa melawan berarti mati atau kehilangan segalanya.
Kekerasan Struktural dan Fajar Kebangkitan
Tiga mekanisme ini—kebodohan yang direkayasa, kelaparan yang dipelihara, dan ketakutan yang ditanamkan—adalah bentuk kekerasan struktural yang tidak terlihat mata tetapi melumpuhkan jiwa. Inilah wajah paling gelap dari kekuasaan: kekuasaan yang takut pada kecerdasan, kemakmuran, dan keberanian rakyatnya sendiri.
Namun, sejarah menunjukkan satu hal: tidak ada rezim yang bisa berdiri di atas kebodohan, kelaparan, dan ketakutan untuk selamanya.
-
Ketika rakyat bangkit, ilmu pengetahuan menjadi senjata untuk membedah dusta.
-
Keberanian menjadi perisai yang menolak intimidasi.
-
Solidaritas menjadi api yang menelan bayang-bayang tirani.
Hari itu akan datang—saat rakyat menyadari bahwa mereka bukan makhluk yang harus dikendalikan, tetapi pemilik sah negeri ini. Bahwa mereka bukan objek, tetapi subjek; bukan budak sistem, tetapi pewaris kemerdekaan. Hari ketika sampai pada titik itu, tidak ada kekuatan yang mampu menahan gelombang kebangkitan.
Seruan Kita
Inilah seruan kita: putuskan rantai kebodohan, hancurkan belenggu kelaparan, dan patahkan kuku ketakutan.
Rakyat yang sadar, kenyang, dan berani adalah mimpi buruk bagi tirani—dan fondasi bagi bangsa yang merdeka.
Oleh : Ketua YLBH SAMIN SAMI AJI (Chris Harno)


