Radar Astacita – Blora, Pemuda Desa Jeruk, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, menyampaikan harapan besar kepada Kepala Desa Jeruk, Endah Supratno, agar mengalokasikan sebagian Dana Desa untuk program pemberdayaan pemuda guna mengembangkan ekonomi kreatif. Langkah ini diharapkan dapat membuka lapangan kerja di desa dan menekan tingginya angka pemuda yang memilih merantau.
Harapan ini diungkapkan oleh salah satu pemuda setempat, Okta. Ia menyatakan keprihatinannya terhadap banyaknya generasi muda Desa Jeruk yang terpaksa meninggalkan kampung halaman demi mencari pekerjaan.
“Kami berharap Bapak/Ibu Kepala Desa dapat menganggarkan Dana Desa untuk pemberdayaan kami, pemuda-pemudi Desa Jeruk, khususnya dalam pengembangan ekonomi kreatif,” ujar Okta. “Tujuan utamanya adalah supaya kami tidak perlu banyak yang merantau lagi untuk mencari nafkah,” tambahnya.
Terinspirasi dari Kampung Pelangi dan Noyo Gimbal Desa Bangsri
Okta secara khusus menyebut keberhasilan Desa Bangsri, Kecamatan Jepon, Blora, sebagai contoh inspiratif. Ia mengaku iri dengan langkah progresif Kepala Desa Bangsri, Laga Kusuma, yang dinilai sukses memberdayakan pemuda melalui pengembangan destinasi wisata kreatif.
“Kami lihat Desa Bangsri Jepon. Kepala Desanya, Bapak Laga Kusuma, sangat berhasil mengembangkan ekonomi kreatif dengan menggandeng pemuda. Awalnya mereka membuat Kampung Pelangi, dan akhir-akhir ini yang sedang viral adalah destinasi wisata Noyo Gimbal,” jelas Okta.
Keberhasilan Desa Bangsri menunjukkan bahwa dengan dukungan dan alokasi dana yang tepat, pemuda desa memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak ekonomi lokal, mengubah desa menjadi daerah tujuan, dan menciptakan pekerjaan yang berkelanjutan.
Pemuda Desa Jeruk berharap Kepala Desa Endah Supratno dapat menanggapi aspirasi ini dengan serius dan menjadikan pengembangan ekonomi kreatif yang melibatkan pemuda sebagai salah satu prioritas dalam penggunaan Dana Desa ke depan.


