RADAR ASTACITA – BLORA, Gelaran hari kedua sekaligus babak final Kejuaraan Menembak Bupati Cup Perbakin Blora 2025 yang berlangsung di Lapangan Kridaloka, Jepon, hari ini berlangsung penuh ketegangan. Di tengah fokus para atlet membidik sasaran, perhatian penonton dan panitia sempat tersita oleh kehadiran sosok unik di pinggir lapangan, Mbah Galih Kangkung, seorang tokoh spiritual asal Blora Utara.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kompetisi yang mempertemukan para petembak terbaik dari berbagai kelas ini memasuki fase krusial sejak pagi tadi. Cuaca di kawasan Jepon yang sempat terlihat mendung pekat dan berangin kencang menjadi kekhawatiran tersendiri bagi panitia, mengingat faktor angin dan visibilitas sangat mempengaruhi akurasi tembakan dalam olahraga ini.

Saat perlombaan tengah memanas, muncul sosok Mbah Galih, atau yang akrab disapa Mbah Galih Kangkung. Mengenakan busana sederhana namun kharismatik, pria paruh baya asal Blora Utara ini terlihat berjalan tenang di area perimeter lapangan. Ia tampak melakukan “ritual” hening, menengadahkan pandangan ke langit yang mulai gelap, seolah sedang berkomunikasi dengan alam untuk menahan turunnya hujan.

Kehadiran Mbah Galih Kangkung ini menjadi fenomena menarik di tengah event olahraga modern. Beberapa penonton dan ofisial tim tampak mengabadikan momen saat sang pawang hujan beraksi.

“Tadi sempat khawatir karena langit sudah sangat gelap dan angin mulai kencang, itu musuh utama atlet menembak. Tapi untungnya sampai siang ini hujan belum turun, entah kebetulan atau memang ‘doa’ dari Mbah Galih, yang jelas kami bersyukur pertandingan final bisa berjalan lancar,” ujar salah satu panitia di lokasi.

Hingga berita ini diturunkan, perlombaan masih berlangsung sengit. Para atlet masih berkonsentrasi penuh untuk memperebutkan podium juara di berbagai kategori yang dipertandingkan. Cuaca di sekitar Lapangan Kridaloka terpantu mendung namun kondusif, membiarkan para “sniper” menyelesaikan misinya hingga upacara penyerahan piala nanti sore.

Kejuaraan Bupati Cup Perbakin Blora 2025 ini diharapkan tidak hanya melahirkan bibit-bibit atlet menembak potensial dari Blora, tetapi juga menjadi hiburan yang menyatukan unsur sportivitas dan kearifan lokal yang unik.